Laman

Kamis, 08 Oktober 2020

Si sulung

Si sulung harus kuat dan tahan banting
Si sulung harus pintar-pintar sembunyiin sedihnya
Si sulung harus bisa jadi contoh yang baik buat adik-adiknya
Si sulung harus selalu jadi pendengar yang baik buat seluruh keluarganya
Katanya.

Saya si sulung berjenis kelamin perempuan. Merasa memiliki tanggung jawab lebih atas keluarga, merasa paling sakit jika melihat ibu menangis, merasa harus menjaga adik dengan baik, merasa paling berdosa jika melakukan kesalahan lalu dicontoh oleh adik. Hidup bukan lagi tentang kebahagiaan diri sendiri, tetapi tentang bagaimana caranya membuat keluarga bahagia. Bersusah payah menutup telinga agar bisa terus melangkah kedepan, mencapai apa yang menjadi tujuan di awal. Hasrat ingin mementingkan diri sendiri sering sekali muncul, tetapi harus tetap teguh dengan pendirian.

Si sulung berjenis kelamin perempuan, menasehati seperti orang benar, padahal diri sendiri juga butuh orang benar untuk menasehati.

Untuk semua sulung berjenis kelamin perempuan di luar sana, kalian hebat! Terus fokus untuk selalu berfikiran positif. Akan ada pelangi setelah hujan.

Minggu, 01 Oktober 2017

Review dan Keterkaitan Film 'EX MACHINA' pada Interaksi Manusia dan Komputer

Gambar terkait

Minggu lalu saya berkesempatan untuk menonton film EX MACHINA. Film yang dirilis tahun 2015 ini mengangkat cerita yang sama seperti film sci-fi bertema A.I. lainnya, film ini juga membahas tentang eksistensi kecerdasan buatan dan bagaimana posisi mereka di dunia manusia. Cerita sedikit bagaimana isi dari filmnya, Caleb (Domhnall Gleeson) adalah seorang programer dan pegawai kelas bawah di Bluebook, sebuah perusahaan mesin pencari terpopuler di dunia yang memenangkan kompetisi yang diadakan oleh CEO-nya yang jenius, Nathan (Oscar Isaac). Hadiahnya adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu seminggu bersama Nathan di kompleks mewah miliknya di Alaska.
Sesampainya disana, ternyata Caleb bukan diundang untuk liburan, melainkan melakukan "Turing Test", sebuah pengujian yang dilakukan Nathan untuk mengetes A.I. berteknologi tinggi yang baru dibangunnya dalam wujud robot berwajah cantik bernama Ava (Alicia Vikander). Caleb bertugas untuk melakukan kontak verbal dengan Ava dan menguji kesempurnaan Ava sebagai A.I. yang mirip manusia. 

Awal film dimulai agak sedikit membosankan dan membuat ngantuk, karena terlalu banyak dialog didalamnya. Tetapi ternyata tidak semembosankan itu, tidak sedikit saya refleks mengucap 'wah' disetiap bagian film tersebut. Saya tak ingin mengungkap lebih jauh, karena lebih baik jika anda tak tahu banyak sebelum menonton. 

Selanjutnya keterkaitan antara film ini dengan mata kuliah IMK adalah :

  • Film ini menggambarkan bagaimana interaksi manusia dan komputer itu benar-benar nyata seperti Caleb yang masuk rumah nathan dengan mendekatkan mukanya kearah alat scanner.
  • Ava adalah sebuah sistem Ai yang berdasarkan sistem komputer yang mampu berbicara dan menanggapi apa yang disampaikan caleb.
  • Adanya sensor suara untuk menghidupkan dan mematikan lampu merupakan sebuah interaksi yang juga nyata dari manusia dan desain ruangan dengan basis komputer.

  •   Adanya penggunaan teknik evaluasi yang dilakukan oleh ava ketika diminta menggambar hal yang real oleh caleb.

  • Adanya interaksi antara kyoko dengan caleb dan nathan walaupun interaksi itu tidak sesempurna interaksi antara ava dan caleb.
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari film tersebut,  dalam kehidupan sehari-hari kitapun sering sekali melakukan interaksi dengan komputer, contohnya dengan sebuah alat. Dan jika sekiranya kita ingin mencipatakan sesuatu terlebih jurusan kita yang mengharuskan kita untuk menciptakan nya entah sebuah program kecil atau mungkin besar, kita harus memikirkannya dengan sangat matang. Jangan sampai ciptaan kita justru membuat kita rugi atau melenceng jauh dari tujuan penciptaan nya seperti yang bisa kita lihat di film EX MACHINA.


SOURCE:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ex_Machina_(film)
http://derarief94.blogspot.co.id/2016/10/review-film-ex-machina-dan-keterkaitan.html

Kamis, 20 April 2017

Untuk Tuan

Tuan,
Bolehkah aku selalu disampingmu?
Bahagia selalu datang menghampiriku
Kala kau disampingku
Bumi seakan berhenti berputar
Burung-burung seakan bernyanyi
Mengikuti suara hatiku

Tuan,
Bolehkah aku meminta sesuatu?
Buatlah bunga ini selalu mekar dihatiku
Jangan kau buat layu
Aku tidak sanggup membayangkan nya
Aku tidak sanggup hidup tanpa udaraku

Aku Cemburu.

 Hasil gambar untuk tumblr gambar aku cemburu
Aku, melati diana. Mencintainya. Dan aku tidak pernah berfikir untuk dicintai olehnya. Bukankah mencintai memang tidak selalu harus memiliki? Ya, aku berbohong jika aku tidak ingin. Aku sangat berbohong jika aku tidak ingin memilikinya. Sungguh, dia itu udara bagiku. Tanpanya aku rasa aku tidak akan bisa hidup lagi didunia ini. Karena itu aku tidak pernah memberitahukan perasaan ini kepadanya.

Pagi itu, rintik hujan membasahi mobilku yang hendak melaju. Aku mahasiswa jurusan sistem informasi di univ swasta di kota depok. Sedang asyik ku menikmati sebuah lagu yang kusukai tiba-tiba ku melihat seseorang dibahu jalan, tidak asing. Dia robby sahabatku. Ternyata mobilnya mogok. Dan sekarang dia sudah berada tepat disampingku, dikursi depan mobilku tentunya. Kami sekelas dari semester 1. Dan sekarang kami memasukin tahun kedua dikampus, yakni semester 4. Rintik hujan menemani kami dalam perjalanan menuju kampus. Beberapa menit kemudian tibalah kami di kampus.

"Mel mau sarapan apa? Aku laper nih temenin aku makan ya" selalu dan selalu aku menjadi view sarapan nya robby. "Sarapan bubur aja ya by" tanpa ada penolakan darinya, aku dan dia langsung pergi menuju tukang bubur langganan kami. Selang beberapa menit kami selesai makan dan langsung bergegas menuju kelas, karena ternyata dosen statistika masuk lebih awal dari biasanya. Robby sangat menyukai statistika sedangkan aku sangat amat tidak menyukai mata kuliah yang banyak menghitung nya.

Hari ini memang hanya satu matakuliah saja, karena kami memang masih awal masuk semester4 jadi belum masuk jadwal lab lab yang akan membuat kami sibuk nantinya. "Mel, aku nebeng lagi ya? Mobilku masih dibengkel" "okedeh, aku mau mampir ke coffe shop dulu sekalian buat tugas. Kamu mau ikut atau aku langsung antar kamu kebengkel by?" Tanyaku kepadanya. "Aku ikut deh, bingung juga dirumah ga ngapa-ngapain mel" "okedeh kita cabut sekarang ya" ucapku sambil melangkah kearah parkiran. "Mel tunggu deh" ucap robby sambil menarik lenganku. Sungguh, jantungku rasanya hendak mau copot dari tempatnya. Berlebihan memang, bukan baru sekali ini aku merasakan perasaan seperti ini jika disentuh olehnya. Sudah beribuan kali. Ah sudahlah.. "iya kenapa by?" Jawabku. "Katanya rina mau ketemu aku sebentar, ada yang mau dia omongin" ucapnya. DAGDIGDUGDER! "Oke aku tunggu mobil deh ya, jangan lama-lama ah by" jawabku dengan nada ketus. "Siap bu bos" ucap robby sambil berlari menuju lantai atas gedung 3. Pagi ini kami memakai lantai 1 gedung 3. Dan aku sangat bersyukur hehehehe

Rina, gebetan robby. Mereka baru dekat beberapa minggu ini. Robby memang belum banyak cerita tentang nya. Tapi rasanya hatiku sudah hancur menjadi ribuan keping. Apa jadinya nanti jika robby sudah banyak menceritakan tentang rina kepadaku? Entahlah aku tidak bisa membayangkan nya. Aku berjalan menuju parkiran mobil, kududuk dan menatap kosong ke arah bangku dimana robby duduk pagi ini. Wangi khas nya masih tercium. Mataku tidak bisa menahan diri lagi, dia mengeluarkan butiran-butiran halus dan jatuh melewati pipiku ini. "Ya, aku mencintai robby. Aku sangat mencintainya. Aku tidak bisa menahan diri lagi. 2tahun aku menyimpan ini sangat rapat, berapa lama lagi aku harus menyimpan nya" ucapku lirih dalam hati. Butiran-butiran halus ini makin membandel dan semakin membasahi pipiku. Dering handphone ku menyadarkan ku dari ketidakbenaran ini. Terdapat nama robby dilayar handphone ku. Kusegera mengangkatnya "mel kamu masih di parkiran?" Tanyanya. "Masih by kenapa? Kamu masih lama?" "Iya mel ternyata rina belum keluar kelas, masih 20 menitan lagi keluarnya" jawab robby dengan nada lirih diseberang sana. "Oh yaudah gimana jadinya? Mau aku tungguin aja?" "Eh engga engga mel, kamu duluan aja ke coffe shop nya ya entar aku susul kamu. Biar aku nebeng rina. Kamu send location aja biar entar aku samperin kamu" jawabnya. "Oh yaudah kalo gitu, see ya" ucapku lalu mematikan telfon nya. Aku kesal. Sangat amat kesal. Ku nyalakan radio mobilku dengan volume sekencang-kencang nya. Aku tidak perduli jika kuping ku tiba-tiba kabur karena volume yang sangat kencang Ini. Aku langsung bergegas menuju coffe shop langganan ku.

Baru saja aku duduk, tiba-tiba handphone ku berdering yang menunjukkan ada chat masuk. Kulihat dan ternyata dari robby. "Mel maaf, tadi udah buat kamu nunggu diparkiran beberapa menit dan akhirnya kamu jalan ke coffe shop sendiri. Sebentar lagi rina keluar kelas. Habis dia bicara aku langsung minta anter ke kamu ya" tulis robby dari seberang  sana. DUAR! Ini yang membuat aku semakin tidak bisa menghilangkan perasaanku kepadanya. Kujawab chat  nya "iya by gpp, aku tunggu ya" dan diakhiri dengan mengirim location kepadanya. Tidak lama kemudian coffe favorite ku datang, langsung saja ku seruput. Karena biasanya kalau mood ku lagi tidak bagus, setelah meminum coffe ini mood ku langsung kembali bagus hehehe

Setengah jam kemudian, aku melihat kearah pintu dan kudapati seorang pria tinggi berkulit agak putih memakai kaos polo biru tua sedang mencari seseorang, ya itu robby. Ku lambaikan tangan kepadanya dan dia langsung bergegas menuju kearahku. Lokasi duduk ku memang sangat pojok sehingga agak sulit dilihat dari pintu masuk. Dia langsung duduk dan menatapku "mel, marah ya?" Tanyanya dengan nada lirih. "engga lah by, kenapa aku harus marah. Lagipula tadi aku baru menunggu beberapa menit dimobil sampai kamu telfon dan menyuruhku untuk kesini duluan" jawabku dengan mata tetap kelayar laptop. Ya, aku sedang mengerjakan tugas bahasa indonesia. "Ah kamu mah marah, tadi tuh rina engga ngasih tau kalo dia masih ada kelas 20 menitan lagi. Aku baru tahu pas aku sampai kelasnya. Pas aku tanya baru deh dia kasih tau aku" ucap nya. "Iya gpp by, gimana kamu sama rina?" Tanyaku. Rasanya ingin sekali menatap matanya dan mengutarakan semua yang aku rasakan selama ini. Tapi itu sangat amat mustahil. Aku tidak ingin kehilangan udaraku! "Iya tadi rina minta kepastian hubungan aku sama dia mel, sebenarnya aku memang dari 2 hari yang lalu ingin mengutarakan perasaan ku kepadanya tapi belum nemu waktu yang pas. Sampai akhirnya dia yang nodong aku kayak tadi hahahahaha" "terus kalian jadian?" Tanyaku dengan cepat. "Iya mel kita jadian hahahahaha aku bingung banget kan disatu sisi rina minta kepastian saat itu juga. Disisi lain, aku belum siapin apa-apa buat nembak dia. Tapi ternyata rina lebih dari apa yang aku bayangin mel, dia enggak nuntut aku harus romantis saat nembak dia" jawab robby dengan muka berseri-seri. Entah apa yang saat ini aku rasakan. Aku merasa dadaku dikeroyok orang sekampung. Rasanya aku ingin berjalan ditengah-tengah hujan. Agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis. "Yang sabar ya hati, aku yakin kamu kuat dan ini tidak akan berlangsung lama" aku berbicara dengan hatiku sambil terus memandangi layar laptop tanpa mengetik apapun.

"Mel" suara robby membangunkan ku dari lamunan ku. "Ah iya? Syukur deh by kalo kamu sekarang udah jadian sama rina hehe selamat ya kalian semoga langgeng loh. Aku ditraktir coffe dong ya hari ini?" Ucap ku sambil berusaha tetap tenang meskipun hatiku saat ini sedang mengalami gempa 8 skala richter. "Pasti dong, kamu pesen berapa coffe pun aku yang bayar. Itung-itung membagi kebahagiaan. Btw kamu kapan nih punya pacarnya mel? Aku kok gapernah sekalipun denger kamu suka sama cowok sih?" Tanya robby dengan nada dan muka meledek. "AKU MENCINTAI KAMU BY, GIMANA AKU BISA CERITA KE KAMU KALO AKU MENCINTAI KAMU?" Teriak ku dalam hati. "Sebentar" ucapku sambil meraih handphone, yang sebenarnya tidak ada chat ataupun telfon dari siapa pun. Tetapi aku sudah tidak tahan lagi berada disini lama-lama. "Mamah ku chat katanya suruh antar dia ke supermarket by. Kita pulang sekarang ya?" "Yahh aku kan masih mau cerita banyak mel" jawab robby lirih. "Lain kali aja ya? Kamu langsung aku antar ke bengkel nih? Atau mau jalan dulu sama rina?" Tanyaku dengan nada meledek. "Please by jawab langsung antar ke bengkel please jangan buat hati aku makin gempa" ucap ku dalam hati. "Langsung ke bengkel aja mel, rina juga lagi pergi sama temen-temen nya" jawab robby. "Okedeh kalau begitu" senang. Mereka tidak berdua dihari jadinya hahaha meskipun aku masih mempunyai Hutang nangis. Entah akan berapa banyak tissue yang akan aku habiskan hari ini. Semoga luka ini cepat sembuh.

Benar saja, sesampainya dirumah aku langsung saja menangis. Menangisi diriku sendiri, menangisi kebodohanku. Aku si bodoh yang tidak pernah berani untuk mengutarakan isi hatiku kepada robby. Sampai akhirnya robby kini dimiliki oleh orang lain. Dan aku hanya bisa menangis. Hanya menangis. Tentu, selain menangis apa lagi yang bisa aku lakukan? Apa aku harus marah kepada robby karena telah berpacaran dengan rina? Mustahil! Sekarang yang harus aku harus lakukan adalah membuang semua perasaan ku terhadap robby. Aku harus berusaha untuk tidak mengharapkan nya lagi. Karena makin mustahil untuk bisa memilikinya.

Aku cemburu, kenapa bukan aku? Kenapa bukan aku yang kau pilih? Aku ingin hubungan lebih, yang kau rasakan padanya ku inginkan juga. Aku cemburu. Karena kau adalah sebagian dari hatiku! Lamanya kesetiaanku menjadi pendengarmu dan menjaga hatiku. Ku inginkan hubungan yang lebih dari dia, tahukan kau aku menderita demi cintaaaaaaa? Aku cemburu, bila kau dengan nya dan aku harus melihatnya. Aku berhenti. Aku berkomitmen dengan diriku untuk berhenti mencintaimu. Aku berhenti.

Minggu, 17 Januari 2016

JODOH PART 2 (THE END)

    Balik lagi ke si Sistem Informasi, dia terlupakan meskipun sebenarnya setengah hati gue masih tertinggal disana huhuhu:'(

    Yaudahlah ya gue fokus ke 3 jurusan baru itu dan si Sistem Informasi gue lupakan:(:(:( gue pun ikut SNMPTN dengan ketiga jurusan itu dan gagal hahahahahahahaha SBMPTN pun tetap dengan jurusan yg sama kalo engga salah deh, dan gagal hahahahahahaha ketauan begonya bgt ya gua:( gue pun ikut SIMAK UI karena nyokap pengen banget gue di negeri. Gue pilih jurusan manajemen perpustakaan kalo engga salah gue lupa deng pokoknya tentang data2 perpus gitu deh, sedangkan jurusan gue IPA gue ambil SIMAK jurusan IPS hahahahaha pinter bgt yakan gua? Iya donkkk;p

    Okedeh tepat pada hari itu, gue lolos ngerjain mapel2 IPS yg lain kan walaupun gue gatau itu bener atau salah hahahahaha dan pas mapel ekonomi yeyyyyy zonkkkk!!!! Gue buta banget, gue harus isi apaa??? Gue engga bisaaa:( akhirnya gue ngitung kancing sedangkan gue engga pake baju kancing-_- hahahahaha apasih oke garink. Udahkan akhirnya gue pulang tapi gue bilang ke nyokap gue bisa karena gue gamau ngecewain dia. Udah kan gue pun engga keterima lagi!!!!! Yaudahlah ya, gue pun ikut D3 IPB(?)(?)(?) Wkwkwk

    Gue lupa itu tuh SIMAK UI dulu atau D3 IPB dulu sangking banyak nya gue ikut test. Gue pilih jurusan komunikasi dll gue lupa apa lagi. Dan gue gagal lagi hahahahahahaha via otak lu terbuat dari apaan???? Begonya kok keterlaluan:( disitu gue down bgt, gue bingung harus apa. Gue blm ada cadangan swasta karena gue yakin gue bisa dapet negeri:(

    Tapi Allah berkehendak lain, gue engga diterima di negeri manapun:'(:'(:'( ohiya gue juga sempet ikut STAN dan gagal hahahahhaha negeri aja gaketerima apalagi STAN sih viiiii:'):'):') Yaudahkan gue udah bingung bgt, tadi nya gue pengen kerja aja gamau kuliah, tapi nyokap bokap nenek kakek gue nyuruh gue kuliah. Sedangkan itu bulan2 ditutupnya pendaftaran kuliah swasta, tinggal UP dan GUNDAR yg masih buka. UP pun udah tinggal beberapa hari lagi tutup, gue browsing UP tapi nenek gue bilang bagusan GUNDAR. Dan gue pun browsing GUNDAR dan tenyata?????? Lo tahu apa???? Ada jurusan Sistem Informasi. Gue langsung fix milih itu. Akhirnya gue langsung buru2 daftar gelombang akhir di GUNDAR. Langsung test beberapa hari kemudian dan gue pun akhirnya di GUNDAR dengan jurusan S1 Sistem Informasi. Hahahahahahahaha jodoh emang engga kemana ya:) gue seneng dengan jurusan gue sekarang. Semoga Allah merestui gue di Sistem Informasi ini. Aamiin.

JODOH PART 1

    Tepat hari dimana siswa/i kls 3 sma/smk sibuk browsing sana sini buat nyari jurusan yg pas sama keahlian mereka. Dan gue? Gue jg samaaa..... gue browsing trs2an tentang jurusan2 yg ada di pt(perguruan tinggi) yg bakalan gue pilih nantinya. Gue sempet bingung tentang jurusan2 nya. Gue takut gue salah ambil jurusan, karena gue bingung jadinya gue nanya ke sepupu gue yg udah kuliah, dia kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta. Gue nanya kira2 jurusan apa yg cocok sama gue. Dia ngasih tahu banyak jurusan ke gue, dan gue tanya satu persatu tentang apa jurusan yg dia rekomendasiin buat gue. Setelah gue dapet beberapa pilihan jurusan yg kira2 pas sama gue, akhirnya gue pun memperluas pandangan gue tentang jurusan2 yg udah gue pilih itu.

    Gue lupa jurusan apa aja yg gue search, intinya ada Sistem Informasi. Oke setelah gue browsing sana sini berjam2 berhari2 berbulan2 bertahun2 berabad2(?) Engga deng boong, cuma semingguan gue meyakinkan keputusan yg bakalan gue ambil buat masa depan gue kelak fikir gue dalam hati eakkk. Udah kan seminggu kemudian pas banget nyokap bokap ngajak gue ngobrol buat nanya apa jurusan yg kira2 bakal gue ambil. Disitu gue ngobrol banyak banget sampe2 gue lupa banget juga apa isi obrolan gue itu wkwk intinya sih gue merekomendasikan jurusan2 yg udah gue seleksi dan gue kasih tahu apa hasil seleksi nya itu. Bokap gue sempet nanya apa prospek kerja nya, apa aja yg dipelajarin dll. Gue jelasin blablablabla bokap gue pun???????????? Engga setuju. Yeyyyyyyyy!!!!!!!! Gue dan bokap pun berdebat panjank, gue jelasin berulang kali tentang jurusan yg gue pengenin itu. Tapi bokap tetep engga setuju. Dan mengalah lah gue sebagai anak karena tidak mau dikutuk menjadi batu seperti malin kundang. Yasudahlah bokap gue pun nanya gue mau pilih univ mana, pilihan gue pun IPB dan UI.....

    Bokap gue pun browsing jurusan2 apa aja yg ada di IPB dan UI. Gue pun juga browsing, setelah lama2 lama2 kita browsing dan guepun nemuin jurusan ilmu teknologi kelautan. Gue browsing apa itu ilmu teknologi kelautan, dan gue pun tertarik meskipun bukan bakat gue karna gue pun engga jago renang-_- gue sharing sama bokap, dan bokap pun nyuruh gue ambil manajemen sumber daya lahan. Gue tarik nafas panjank karena gue udah mikir itu pasti bakalan sulit banget. Gue search tentang MSDL, karena temen2 gue bilang jurusan nya jangan yg banyak minat dan ITK dan MSDL itu jarang diminati. Akhirnya gue iyain aja MSDL karena bokap gue lihat prospek kerja yg menguntungkan, gue fikir iya juga sih. Gue mikir pilihan ortu pasti bener dan baik. Yaudah kan gue simpen dua jurusan itu, ITK dan MSDL. Nahhh di ui gue ambil perpustakaan karena gue suka sekali membaca... tetapi bokap gue pun tidak menyetujui karena prospek kerja nya tidak terlalu menguntungkan ucapnya wkwk tapi gue tetep maksa dengan fakta2 positif tentang si perpustakaan itu. Dan gue pun menang yeyyyy;;)


Bersambung---

Jumat, 31 Juli 2015

Cinta Pertama

Sore itu cuaca sangat tidak bersahabat dengan rani. Iya rani adalah gadis cantik yg duduk di bangku SMA, tinggal selangkah lagi dia menggapai mimpinya.
Baiklah sore itu hujan sangat lebat dan rani sedang meneduh di halte dekat sekolah bersama kekasihnya, doni.
"Sepertinya hujan akan terus seperti ini sampai malam, don." Ujar rani.
"Ya mau bagaimana lagi, ran. Sepertinya kamu gelisah sekali apa yg kamu fikirkan?"Tanya doni dengan wajah bete nya.
"Gimana gamau kepikiran, sudah jam 6 begini hujan masih lebat. Aku masih ada tugas bhs.inggris dan besok akan ada ulangan matematika, don." Ucap rani dengan wajah kesal
"Sudahlah kita nekat saja, lagipula hanya akan menghabiskan waktu saja kita berlama2 disini" Sambil memakai kupluk jacketnya rani menarik tangan doni agar cepat menyalahkan motornya.
"Baiklah pelan2 ran, aku bisa berjalan sendiri." Ucap doni
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju rumah rani, sesampai nya disana rani langsung membuat teh manis hangat untuk dia dan doni. Berhubung hari sudah terlalu malam dan hujan pun sudah mulai reda doni berpamitan kepada orang tua rani untuk pulang.
"Om, doni pamit pulang dulu ya sudah malam juga." Ucap doni kepada ayah rani dengan senyuman di bibirnya.
"Oh iya, don. Hati2 ya kamu." Jawab ayah rani.
"Ran, gue pulang ya." Ucap doni kepada rani.
  Tetapi rani tidak mendengar karena sedang asyik mengerjakan tugas bhs.inggris. Ya begitulah rani, sangat rajin dan disiplin atas waktu. Dia tidak ingin waktunya terbuang begitu saja karena hal2 sepele.
"Ran, gue pulang ran." Ucap doni yg kedua kalinya dengan suara agak nyaring.
"Oh yampun, don. Kamu ngagetin aku saja sih. Iya2 ayo aku antar ke depan." Ucap rani.
"Ngagetin apa sih, orang gue udh manggil berapa kali." Ucap doni dengan suara pelan dan agak kesal.
"Hahaha ngedumel mulu, yaudah maaf kan aku engga dengar. Lagian kamu kayak baru kenal aku saja sih." Ledek rani kepada doni.
"Iya nona rani yg cantik." Ucap doni sambil mencium kening rani.
Doni pun menyalahkan motor nya lalu pergi menuju rumah nya. Mereka sepasang kekasih yg sudah cukup lama menjalin hubungan. Mereka berdua sama2 baru pertama berpacaran. Doni sangat romantis sehingga banyak anak2 lain iri kepada rani.
Ke-esokan harinya, disekolah. Rani sedang sibuk membaca buku matematika karena akan ada ulangan harian hari itu. Tiba2 doni menghampirinya dan memberikan setangkai bunga mawar kepada rani.
"Selamat pagi, cantik" Ucap doni sambil memberikan bunga mawar itu.
"Pagiii, don. Makasih lohhh harum bgt" Ucap rani sambil mencium bunga mawar itu.
"Sama2 cantik. Lagi ngapain sibuk bgt kayaknya?" Tanya doni kepada rani.
"Iniloh nanti ada ulangan matematika, semalem baru belajar sebentar terus ketiduran hehehe." Ucap rani sambil tersenyum polos.
"Yampun ran, kamu tanpa belajar aja pasti bisa dapet 100 aku jamin deh" Ledek doni.
"Apasih don, mana bisa orang tidak belajar bisa mendapatkan nilai bagus" Ucap rani.
"Yaudah deh lanjutin, aku kekelas dulu ya ran. Bye" Ucap doni lalu melengos pergi.
"Bye" Jawab rani
Ya begitulah doni, setiap hari selalu memberikan bunga kepada rani. Jika dihitung2 rani bisa juga membuka toko bunga mawar dirumahnya. Karena sudah cukup banyak bunga yg diberikan doni.
Bel istirahat pun berbunyi *tetooot* rani pun mengajak sahabat2 nya untuk makan di kantin seperti biasanya, ya rani mempunyai 2orang sahabat dekat yaitu dea dan lala kebetulan dea dan lala selama 3tahun satu kelas dengan rani.
"Mau pada makan apa?" Sambil menengok ke arah dea dan lala.
Mereka berdua duduk tepat di belakang tempat duduk rani.
"Mau makan bakso aja ah, gimana la?" Tanya dea kepada lala.
Karena lala yg selalu milih2 saat makan dikantin diatara rani dan dea.
"Boleh, yuk" Ucap lala sambil beranjak dari tempat duduknya menuju kantin.
Sesampainya di kantin
"Mang udin, bakso 3 ya campur aja entar tolong antar ke meja sana ya mang" Ucap dea sambil menunjuk ke arah lala dan rani
"Siap non" Ucap mang udin(tukang bakso disekolah mereka)
"Mana baksonya?" Tanya lala kepada dea
"Hehehe itu lagi dibuat mang udin la, entar diantar mang udin ke sini kok" Ucap dea
"Tuhkan lo mah kebiasaan ah de, kasihan tahu mang udin kan banyak pelanggan juga bukan kita doang" Ucap rani sambil berjalan kearah gerobak bakso mang udin
"Mang bakso yg dea pesan tadi udah belum?" Tanya rani
"Oh iya ini udah non, baru mau mamang antar kesana" Ucap mang udin
"Ah gausah mang, uang nya sudah kan ya? Makasih ya mang" Ucap rani sambil berjalan menuju tempat duduknya tadi
"Nih nyonya2 ku yg cantiiiik" Ucap rani dengan nada meledek
"Makasih neng rani yg cantiiik" Ucap lala dengan nada yg meledek pula
"Maaf ya ran, jadi lo yg bawa nih bakso deh" Ucap dea dengan nada yg sendu
"Hahaha lebay ah biasanya juga gini kan, udah ah ayo makan. Selamat makaaan" Ucap rani
"Selamat makan" Ucap dea dan lala
Beberapa menit kemudian bel masuk pun berbunyi. Tidak terasa karena mereka keasyikan mengobrol. Tidak lama setelah bel masuk berhenti berbunyi, mereka bertiga mulai berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan memasuki kelas.
Jam pertama setelah istirahat pun dimulai. 3jam setelah bel istirahat berbunyi, bel pulang pun berbunyi *tetooot* menandakan bahwa anak2 dipersilahkan pulang
"Duluan yaaa udah ditunggu doni tuh hehehe." Ucap rani sambil menunjuk ke arah doni yg sudah menunggu didepan pintu
"Hati2 raaan, byeee" Ucap dea dan lala
"Mau kemana kita hari iniiiii?" Tanya doni kepada rani
"Mau kemana? Ya pulanglahhh. Aku harus ajarin kamu sesuatu deh, aku baru dapet rumus cepat dari bu ahda loh. Kamu harus tahuuu" Ucap rani dengan semangat kepada doni.
"Hem okey tuan puteri." Ucap doni dengan nada lemas .
Ya, bu ahda adalah guru matematika rani. Dan mereka pun berjalan menuju parkiran motor lalu bergegas menuju rumah rani.
Sesampainya dirumah rani, mereka pun masuk ke rumah rani yang kebetulan hanya ada adik nya rani saja. Rani adalah anak pertama dari 3bersaudara, adik pertama nya laki2 dan yang kedua perempuan.
Mereka pun duduk di ruang tamu dan rani langsung memberikan doni segelas air putih kesukaan doni. Doni sangat suka air putih karena menurutnya akan lebih sehat jika banyak mengkonsumsi air putih.
"Itu diminum dulu aku tahu kamu pasti haus kaaan." Ucap rani dengan nada meledek dan langsung mengeluarkan buku matematika nya.
3jam lamanya mereka berbincang2 tentang rumus matematika dan diselingi juga dengan candaan2 konyol nya doni. Tiba2 ibu rani pulang
"Assalamualaikum." Ucap ibu rani
"Waalaikum salam" ucap rani dan doni berbarengan
"Lagi apa niiih?" Tanya ibu rani kepada mereka sambil berjalan menuju tempat duduk disebelah mereka
"Lagi belajar matematika bu aku baru dapet rumus baru dari bu ahda sekarang lagi ajarin doni deeeh" Ucap rani
"Oh yasudah ibu kedalam dulu ya sayang, don tante tinggal ya" Ujar ibu rani sambil terus berjalan ke dalam
"Oh iya tan" balas doni
Mereka terus saja belajar sambil berbincang2 sampai tidak ingat waktu.
"Ya ampun udah jam setengah6 ran" Ucap doni dengan wajah panik nya, sambil memasukan buku pelajaran nya ke dalam tas
"Ya ampun cepet banget ya udah jam segini aja don" Ucap rani
"Yaudah aku pulang dulu ya, panggilin ibu kamu cepet"
Ya, doni sangat sopan dia selalu berpamitan kepada ibu rani setiap pulang dari rumah rani.
"Iyaiya" ucap rani sambil bergegas memanggil ibu nya
"Ibu lagi sholat don, yaudah kamu pulang aja"
"yaudah bilang ke ibu ya aku pamit"
"iya don hati2 ya kamu, kalo udah sampe langsung kabarin aku"
"iya sayang" Ucap doni sambil mencium kening rani.
Setelah memakai helm nya, doni tiba2 melepas helm nya kembali, dia menengok ke belakang lalu memeluk rani dengan erat.
"Don kamu kenapa? Kamu sakit ya? Badan kamu kok dingin banget? Kamu pengen ee ya? Kamu nahan ee? Mau ee dulu dirumah aku?" Ucap rani dengan muka polos nya
Dia melepaskan pelukan doni lalu memegang dahi doni.
"Badan kamu dingin banget, muka kamu pucat don. Kamu kenapa? Aku antar pakai mobil aja ya? Motor kamu taro rumah? Ya don ya? Ucap rani dengan perasaan gelisah
Doni masih tetap diam.
"Don kamu kenapa? Jangan ngeliatin aku kayak gitu dong aku takut:(" ucap rani sambil menundukkan kepalanya.
Doni memegang dagu rani lalu menegakkan wajah nya. Tidak lama memudian doni berbicara,
"Aku sayang kamu ran" ucap doni singkat.
"Aku juga sayang kamu don kamu kenapa sih?" Ucap rani sambil meneteskan air mata.
"Sebentar, aku ambil kunci mobil kedalam terus kamu aku antar pulang ya? Biar motor kamu taro disini, besok aku jemput kamu" Ucap rani sambil membalikkan badan untuk masuk kedalam dan mengambil kunci mobil.
"Gausah non" ucap doni sambil memegang tangan rani dan membuat rani kembali bertatapan dengan doni
"Aku mau pergi jauh, kamu baik2 ya cantik" Ucap doni sambil mengacak2 rambut rani
"Kamu mau pergi kemana?" Jawab rani dengan muka yang bingung dan meneteskan air mata
"Aku mau pulang lah sayang, kamu kenapa nangis? Janji sama aku ini terakhir kali nya kamu nangis didepan aku. Ya ran?" Ujar doni sambil menghapus air mata di pipi rani.
"Habisan kamu bikin aku takut don, iya aku janji ga akan nangis didepan kamu lagiiii" Ucap rani.
"Yaudah aku pulang dulu ya" ucap doni sambil memasangkan helm di kepala nya
"Aduh pengait helm nya kok susah ya, aduh patah lagi" Ucap doni
"Yaampun kok bisa, helm kamu yang biasa kemana memang?"
"Ada dirumah sih, tadi lagi pengen pakai helm ini aja"
"Yaudah aku ambil helm aku ya kamu pakai helm punya ku aja" Ucap rani
"Eh gausah ran cuma deket ini sih, udah ah aku pergi ya" Ucap doni
"Hati2 ya don kalau udah sampe"
"don doooon"
Belum selesai rani berbicara doni langsung saja melengos pergi. Rani masuk kedalam rumah nya dan mendapati ibu rani yang sedang duduk diruang tamu sambil membaca majalah. Rani tiduran di paha ibu nya karena kebetulan sofa yang didudukin ibu nya adalah sofa panjang.
"Kok tumben sih tadi didepan lama banget? Ada apa? Kalian berantem?" Tanya ibu rani kepada rani
"Engga bu, aku juga engga tahu, tadi tiba2 doni meluk aku terus bilang mau pergi jauh" Ucap rani sambil meneteskan air mata
"Ah jangan difikirin, doni kan orang nya suka bercanda, paling2 dia cuma lagi ngerjain kamu buat bikin kamu khawatir. Udah sana mandi" Ucap ibu rani sambil menghapus air mata rani yang mengalir di pipi rani
"Iyaiya bu"
Rani pun bergegas menuju kamar mandi. Tidak lama kemudian hp rani berdering. Dering pertama tidak terangkat karena rani berada di kamar mandi. Dering kedua pun masih belum terangkat. Terdengar deringan ketiga, ibu rani risih lalu mengangkat nya
"Halo assalamualaikum, dengan siapa ini?"
"Maaf ibu mengganggu, ada rani nya? Saya orang tua dari doni ingin memberitahukan kalau doni kritis dirumah sakit karena kecelakaan. Sedari tadi dia terus saja memanggil2 nama rani. Bisa tolong rani kesini ibu?" Ucap ibu doni dari sebrang sana dengan suara isakan tangisnya
"Astagfirullah, bagaimana keadaan doni ibu? Baik saya akan memberitahu rani agar segera datang kesana. Di rumah sakit apa ibu? Bisa tolong di smskan kenomer rani" Ucap ibu rani dengan suara bergetar
"Baik ibu saya akan smskan. Terimakasih ibu saya tunggu. Assalamualaikum"
"Iya ibu, waalaikum salam" Jawab ibu rani
Tidak lama kemudian rani keluar dari kamar mandi, dan bertanya
"Siapa yang menelfon bu?" Tanya rani kepada ibunya
"Cepat berpakaian kita akan segera kerumah sakit"
Siapa yang sakit bu?" Tanya rani bingung
"Ibu bilang cepat berpakaian sayang, 5menit ibu tunggu di mobil" Ucap ibu rani sambil bergegas keluar dari kamar rani dan menuju mobil.
Tidak lama kemudian rani datang dan masuk kedalam mobil lalu bertanya
"Yang tadi telfon ibu nya doni bu? Siapa yang sakit bu? Jawab rani bu" Tanya rani kepada ibu nya dengan wajah bingung dan wajah yang bertanya2
Tetapi ibu nya tidak mengucap satu kata pun selama perjalanan kerumah sakit. Dan sesampai nya dirumah sakit, ibu rani bertanya kepada satpam
"Pak ruang ester dimana ya?"
"Oh dari sini lurus terus belok kekanan bu ruangan nya ada di sebelah kanan lorong itu"
"Oh terimakasih pak"
"Sama2 ibu"
Rani dan ibu nya pun bergegas menuju ruangan itu. Setelah membuka pintu kamar, rani kaget karena yang ia dapati adalah doni yang sedang terbaring di kasur rumah sakit itu dengan luka diseluruh tubuh nya
"Doniiiiiiiiiiiiiii" Teriak rani sambil berlari menghampiri doni
"Kamu kenapa? Don tahan. Tante kenapa doni engga diobati? Don kamu harus tahan ya, dooon" Ucap rani sambil terus menangis tidak percaya apa yang telah terjadi kepada doni
"Ran, kamu yang ikhlas ya, dokter bilang doni tidak akan terselamatkan. Seharusnya nyawa doni sudah hilang, tetapi karena dia memanggil2 nama kamu mungkin dia tidak bisa pergi tanpa melihat wajah kamu" Ucap ibu doni dengan terus meneteskan air mata
Tidak lama kemudian doni membuka matanya secara perlahan dan tersenyum kepada rani, lalu dia berkata
"Ran, jangan nangis. Kan tadi kamu udah janji ga akan nangis didepan aku. Aku pergi ya? Kamu jaga diri baik2 gaboleh nakal. Belajar nya tetep harus rajin ya sayang, aku nepatin janji aku buat jadiin kamu cinta terakhir aku kan? Hehe kita ketemu di surga ya ran. Aku sayang kamu" Ucap doni dengan terbata2
"Don bukan cinta terakhir yang kayak gini yang aku maksuuuuud? Don kamu sabar ya kamu pasti sembuh terus aku janji ga akan bikin kamu kesel lagi aku janji doooon jangan tinggalin akuuuu. Tante cepet panggil dokternya tante cepeeeeet" Ucap rani sambil terus menangis
Tidak lama kemudian doni tersenyum dan kemudian menghembuskan nafas terakhir nya dihadapan rani. Rani pingsan seketika. Dia tidak menyangka kalau hubungan nya dengan doni akan berakhir begini. Rani pingsan dengan waktu yang cukup lama, jam menunjukkan pukul 22.30 dia tersadar dan setelah dia membuka mata didapatin 2sahabat nya dea dan lala sudah berada disana. Rani berada diruang pasien, hanya ada mereka bertiga diruangan itu
"Gue dimana? Doni mana? Kok dia ga nemenin gue disini bareng kalian?" Tanya rani kepada dea dan lala
"Ran lo yang sabar ya, lo harus terima kenyataan kalo doni udah pergi ran" Ucap dea kepada rani
Rani terdiam.
"Tadi sore tuh dia masih peluk gue, tadi sore tuh kita masih belajar bareng kita masih bercanda2 bareng de, gamungkin doni pergi ninggalin gue. Gamungkin de gamungkin" Ucap rani dengan meneteskan air matanya kembali
Dea dan lala pun memeluk rani.
"Lo harus bisa ran, ada kita lo masih punya gue dan dea. Lo pasti bisa, kita bakalan terus ada disamping lo" Ucap lala sambil terus memeluk rani
Rani pun terus menangis.
"Dimana jenazah doni sekarang? Gue mau lihat dia untuk yang terakhir kali la dimana dia?" Tanya rani kepada mereka berdua
"Engga, lo disini aja ya sama kita nanti lo pingsan lagi ran gue gamau" Ucap dea dan dea pun meneteskan air mata
"Engga, gue janji gue bakalan kuat. Gue udah janji sama dia ga akan nangis didepan dia de. Gue bisa" Ucap rani
"Lo yakin?" Tanya lala
"Gue yakin la" Ucap rani dengan senyuman
Mereka bertiga berjalan ke ruang jenazah yang sudah dipenuhi oleh banyak orang, teman2 doni dan keluarga nya khususnya. Teman2 doni terus menguatkan rani dengan mengucapkan "Sabar ya ran lo pasti bisa" Rani hanya bisa membalas dengan senyuman.
Sesampai nya di depan jenazah doni, rani tersenyum.
"Aku ikhlas, kamu yang tenang disana ya don. Aku tepatin janji aku, aku ga nangis didepan kamu don. Kita ketemu disurga ya. Makasih buat 2tahun yang sangat berkesan. Aku juga sayang kamu don" Ucap rani dengan senyuman diwajah nya lalu mencium kening doni dan bergegas untuk pulang bersama ibu dan kedua sahabatnya
"Tante kita berdua nginep di rumah rani ya, boleh?" Tanya dea ke ibu rani
"Oh iya sayang boleh dong" Jawab ibu rani
"Ran gue nginep ya, besok kita kerumah doni bareng2. Lo mau ikut kepemakaman nya atau engga? Tanya dea kepada rani
Tetapi rani hanya terdiam. Dan setelah itu hanya keheningan di dalam mobil itu.
Sesampainya di rumah, rani langsung menuju kamar nya tanpa berbicara sepatah katapun. Dia langsung mengumpulkan semua hadiah dan kenangan2 nya dengan doni. Dia mengambil kotak dan memasukan semuanya kedalam kotak sambil terus menangis.
"Don aku boleh nangis kan? Aku lagi engga didepan kamu. Jadi boleh kan aku nangis?" Ucap rani dan terus menangis
Dan kedua sahabat nya kembali memeluknya dengan erat dan ikut menangis semalaman.
Keesokan harinya mereka bergegas menghadiri pemakaman doni. Sesampai nya dirumah doni rani langsung dipeluk oleh ibu doni.
"Yang sabar ya sayang, kita semua kehilangan doni. Ikhlas ya biar doni tenang disana" Ucap ibu doni kepada rani
"Iya tante aku udah ikhlasin doni kok" Jawab rani dengan senyuman di bibir nya
"Terimakasih ya sayang" Ucap ibu doni dengan mencium kening rani
Rani ikut membacakan surah yasin untuk doni. Tak lama kemudian pemakaman akan segera dilakukan. Jenazah doni digotong memasuki ambulance untuk dibawa ke TPU yang dekat dengan rumah doni. Rani mengikutinya menggunakan mobil yang dikemudikan oleh ibu nya dan terdapat 2sahabat nya yang terus berada disamping rani. Rani mengikuti pemakaman dengan tenang sampai selesai dan kembali pulang kerumah. Sebelum mereka kerumah, ibu rani mengantarkan dea dan lala pulang kerumah nya masing2. Setelah itu baru mereka menuju rumah nya.
Sesampainya dirumah didapati ayah nya baru pulang dari luar kota dan ayah nya langsung memeluk rani dan rani pun kembali menangis.
"Sabar sayang, kamu pasti bisa. Anak ayah gaboleh cengeng" Ucap ayah rani
Kemudian ayah rani mencium kening anaknya itu dan rani pun masuk kedalam kamar.
Keesokan nya ia kembali bersekolah seperti biasa meskipun seminggu masih sering menangis disekolah teringat sosok doni. Tetapi dia tetap berkonsentrasi untuk pelajaran nya. 5bulan berakhir, dia telah sukses mengikuti ujian nasional. Dan tiba saatnya hari kelulusan, dan Alhamdulillah rani lulus dengan nilai terbaik. Rani berlari kelapangan sekolah sambil memegang balon yang didalam nya sudah ia taruh surat untuk doni. Sesampai nya di lapangan, dia langsung menerbangkan balon nya dan isi surat nya adalah,
"Don apa kabar? Aku disini baik2 aja, pasti kamu juga bisa ngeliat aku disini kan hehe don hari ini aku lulus dengan nilai terbaik. Makasih untuk semuanya, makasih untuk nasihat yang kamu kasih ke aku sebelum kamu pergi, "jangan nakal, belajar nya yang rajin ya sayang" aku terus inget itu sampai akhirnya aku dapet nilai terbaik disekolah ini. Don maafin aku ya, aku masih belum bisa lupain kamu. Aku masih belum bisa buka hati untuk siapapun. Kenangan kita terlalu banyak don, susah untuk dilupain gitu aja. Oiya dulu kan kamu yang sering ngasih aku bunga tiap hari, sekarang gantian aku yang ngasih kamu bunga, tapi ga tiap hari ya don nanti aku bangkrut hehehe aku kasih nya seminggu sekali yaaa aku janji:) Yang tenang disana ya don, kita ketemu disurga nanti ya. Aku sayang kamu" Itu isi surat yang di masukan rani ke dalam balon yang diterbangkan nya tadi. Rani terus memandangi balon ini sampai akhirnya dea menyadarkan rani dari lamunan nya. "Ran ayo gabung, sini baju lo gue tanda tanganin ya"

-Tamat-