Laman

Jumat, 31 Juli 2015

Cinta Pertama

Sore itu cuaca sangat tidak bersahabat dengan rani. Iya rani adalah gadis cantik yg duduk di bangku SMA, tinggal selangkah lagi dia menggapai mimpinya.
Baiklah sore itu hujan sangat lebat dan rani sedang meneduh di halte dekat sekolah bersama kekasihnya, doni.
"Sepertinya hujan akan terus seperti ini sampai malam, don." Ujar rani.
"Ya mau bagaimana lagi, ran. Sepertinya kamu gelisah sekali apa yg kamu fikirkan?"Tanya doni dengan wajah bete nya.
"Gimana gamau kepikiran, sudah jam 6 begini hujan masih lebat. Aku masih ada tugas bhs.inggris dan besok akan ada ulangan matematika, don." Ucap rani dengan wajah kesal
"Sudahlah kita nekat saja, lagipula hanya akan menghabiskan waktu saja kita berlama2 disini" Sambil memakai kupluk jacketnya rani menarik tangan doni agar cepat menyalahkan motornya.
"Baiklah pelan2 ran, aku bisa berjalan sendiri." Ucap doni
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju rumah rani, sesampai nya disana rani langsung membuat teh manis hangat untuk dia dan doni. Berhubung hari sudah terlalu malam dan hujan pun sudah mulai reda doni berpamitan kepada orang tua rani untuk pulang.
"Om, doni pamit pulang dulu ya sudah malam juga." Ucap doni kepada ayah rani dengan senyuman di bibirnya.
"Oh iya, don. Hati2 ya kamu." Jawab ayah rani.
"Ran, gue pulang ya." Ucap doni kepada rani.
  Tetapi rani tidak mendengar karena sedang asyik mengerjakan tugas bhs.inggris. Ya begitulah rani, sangat rajin dan disiplin atas waktu. Dia tidak ingin waktunya terbuang begitu saja karena hal2 sepele.
"Ran, gue pulang ran." Ucap doni yg kedua kalinya dengan suara agak nyaring.
"Oh yampun, don. Kamu ngagetin aku saja sih. Iya2 ayo aku antar ke depan." Ucap rani.
"Ngagetin apa sih, orang gue udh manggil berapa kali." Ucap doni dengan suara pelan dan agak kesal.
"Hahaha ngedumel mulu, yaudah maaf kan aku engga dengar. Lagian kamu kayak baru kenal aku saja sih." Ledek rani kepada doni.
"Iya nona rani yg cantik." Ucap doni sambil mencium kening rani.
Doni pun menyalahkan motor nya lalu pergi menuju rumah nya. Mereka sepasang kekasih yg sudah cukup lama menjalin hubungan. Mereka berdua sama2 baru pertama berpacaran. Doni sangat romantis sehingga banyak anak2 lain iri kepada rani.
Ke-esokan harinya, disekolah. Rani sedang sibuk membaca buku matematika karena akan ada ulangan harian hari itu. Tiba2 doni menghampirinya dan memberikan setangkai bunga mawar kepada rani.
"Selamat pagi, cantik" Ucap doni sambil memberikan bunga mawar itu.
"Pagiii, don. Makasih lohhh harum bgt" Ucap rani sambil mencium bunga mawar itu.
"Sama2 cantik. Lagi ngapain sibuk bgt kayaknya?" Tanya doni kepada rani.
"Iniloh nanti ada ulangan matematika, semalem baru belajar sebentar terus ketiduran hehehe." Ucap rani sambil tersenyum polos.
"Yampun ran, kamu tanpa belajar aja pasti bisa dapet 100 aku jamin deh" Ledek doni.
"Apasih don, mana bisa orang tidak belajar bisa mendapatkan nilai bagus" Ucap rani.
"Yaudah deh lanjutin, aku kekelas dulu ya ran. Bye" Ucap doni lalu melengos pergi.
"Bye" Jawab rani
Ya begitulah doni, setiap hari selalu memberikan bunga kepada rani. Jika dihitung2 rani bisa juga membuka toko bunga mawar dirumahnya. Karena sudah cukup banyak bunga yg diberikan doni.
Bel istirahat pun berbunyi *tetooot* rani pun mengajak sahabat2 nya untuk makan di kantin seperti biasanya, ya rani mempunyai 2orang sahabat dekat yaitu dea dan lala kebetulan dea dan lala selama 3tahun satu kelas dengan rani.
"Mau pada makan apa?" Sambil menengok ke arah dea dan lala.
Mereka berdua duduk tepat di belakang tempat duduk rani.
"Mau makan bakso aja ah, gimana la?" Tanya dea kepada lala.
Karena lala yg selalu milih2 saat makan dikantin diatara rani dan dea.
"Boleh, yuk" Ucap lala sambil beranjak dari tempat duduknya menuju kantin.
Sesampainya di kantin
"Mang udin, bakso 3 ya campur aja entar tolong antar ke meja sana ya mang" Ucap dea sambil menunjuk ke arah lala dan rani
"Siap non" Ucap mang udin(tukang bakso disekolah mereka)
"Mana baksonya?" Tanya lala kepada dea
"Hehehe itu lagi dibuat mang udin la, entar diantar mang udin ke sini kok" Ucap dea
"Tuhkan lo mah kebiasaan ah de, kasihan tahu mang udin kan banyak pelanggan juga bukan kita doang" Ucap rani sambil berjalan kearah gerobak bakso mang udin
"Mang bakso yg dea pesan tadi udah belum?" Tanya rani
"Oh iya ini udah non, baru mau mamang antar kesana" Ucap mang udin
"Ah gausah mang, uang nya sudah kan ya? Makasih ya mang" Ucap rani sambil berjalan menuju tempat duduknya tadi
"Nih nyonya2 ku yg cantiiiik" Ucap rani dengan nada meledek
"Makasih neng rani yg cantiiik" Ucap lala dengan nada yg meledek pula
"Maaf ya ran, jadi lo yg bawa nih bakso deh" Ucap dea dengan nada yg sendu
"Hahaha lebay ah biasanya juga gini kan, udah ah ayo makan. Selamat makaaan" Ucap rani
"Selamat makan" Ucap dea dan lala
Beberapa menit kemudian bel masuk pun berbunyi. Tidak terasa karena mereka keasyikan mengobrol. Tidak lama setelah bel masuk berhenti berbunyi, mereka bertiga mulai berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan memasuki kelas.
Jam pertama setelah istirahat pun dimulai. 3jam setelah bel istirahat berbunyi, bel pulang pun berbunyi *tetooot* menandakan bahwa anak2 dipersilahkan pulang
"Duluan yaaa udah ditunggu doni tuh hehehe." Ucap rani sambil menunjuk ke arah doni yg sudah menunggu didepan pintu
"Hati2 raaan, byeee" Ucap dea dan lala
"Mau kemana kita hari iniiiii?" Tanya doni kepada rani
"Mau kemana? Ya pulanglahhh. Aku harus ajarin kamu sesuatu deh, aku baru dapet rumus cepat dari bu ahda loh. Kamu harus tahuuu" Ucap rani dengan semangat kepada doni.
"Hem okey tuan puteri." Ucap doni dengan nada lemas .
Ya, bu ahda adalah guru matematika rani. Dan mereka pun berjalan menuju parkiran motor lalu bergegas menuju rumah rani.
Sesampainya dirumah rani, mereka pun masuk ke rumah rani yang kebetulan hanya ada adik nya rani saja. Rani adalah anak pertama dari 3bersaudara, adik pertama nya laki2 dan yang kedua perempuan.
Mereka pun duduk di ruang tamu dan rani langsung memberikan doni segelas air putih kesukaan doni. Doni sangat suka air putih karena menurutnya akan lebih sehat jika banyak mengkonsumsi air putih.
"Itu diminum dulu aku tahu kamu pasti haus kaaan." Ucap rani dengan nada meledek dan langsung mengeluarkan buku matematika nya.
3jam lamanya mereka berbincang2 tentang rumus matematika dan diselingi juga dengan candaan2 konyol nya doni. Tiba2 ibu rani pulang
"Assalamualaikum." Ucap ibu rani
"Waalaikum salam" ucap rani dan doni berbarengan
"Lagi apa niiih?" Tanya ibu rani kepada mereka sambil berjalan menuju tempat duduk disebelah mereka
"Lagi belajar matematika bu aku baru dapet rumus baru dari bu ahda sekarang lagi ajarin doni deeeh" Ucap rani
"Oh yasudah ibu kedalam dulu ya sayang, don tante tinggal ya" Ujar ibu rani sambil terus berjalan ke dalam
"Oh iya tan" balas doni
Mereka terus saja belajar sambil berbincang2 sampai tidak ingat waktu.
"Ya ampun udah jam setengah6 ran" Ucap doni dengan wajah panik nya, sambil memasukan buku pelajaran nya ke dalam tas
"Ya ampun cepet banget ya udah jam segini aja don" Ucap rani
"Yaudah aku pulang dulu ya, panggilin ibu kamu cepet"
Ya, doni sangat sopan dia selalu berpamitan kepada ibu rani setiap pulang dari rumah rani.
"Iyaiya" ucap rani sambil bergegas memanggil ibu nya
"Ibu lagi sholat don, yaudah kamu pulang aja"
"yaudah bilang ke ibu ya aku pamit"
"iya don hati2 ya kamu, kalo udah sampe langsung kabarin aku"
"iya sayang" Ucap doni sambil mencium kening rani.
Setelah memakai helm nya, doni tiba2 melepas helm nya kembali, dia menengok ke belakang lalu memeluk rani dengan erat.
"Don kamu kenapa? Kamu sakit ya? Badan kamu kok dingin banget? Kamu pengen ee ya? Kamu nahan ee? Mau ee dulu dirumah aku?" Ucap rani dengan muka polos nya
Dia melepaskan pelukan doni lalu memegang dahi doni.
"Badan kamu dingin banget, muka kamu pucat don. Kamu kenapa? Aku antar pakai mobil aja ya? Motor kamu taro rumah? Ya don ya? Ucap rani dengan perasaan gelisah
Doni masih tetap diam.
"Don kamu kenapa? Jangan ngeliatin aku kayak gitu dong aku takut:(" ucap rani sambil menundukkan kepalanya.
Doni memegang dagu rani lalu menegakkan wajah nya. Tidak lama memudian doni berbicara,
"Aku sayang kamu ran" ucap doni singkat.
"Aku juga sayang kamu don kamu kenapa sih?" Ucap rani sambil meneteskan air mata.
"Sebentar, aku ambil kunci mobil kedalam terus kamu aku antar pulang ya? Biar motor kamu taro disini, besok aku jemput kamu" Ucap rani sambil membalikkan badan untuk masuk kedalam dan mengambil kunci mobil.
"Gausah non" ucap doni sambil memegang tangan rani dan membuat rani kembali bertatapan dengan doni
"Aku mau pergi jauh, kamu baik2 ya cantik" Ucap doni sambil mengacak2 rambut rani
"Kamu mau pergi kemana?" Jawab rani dengan muka yang bingung dan meneteskan air mata
"Aku mau pulang lah sayang, kamu kenapa nangis? Janji sama aku ini terakhir kali nya kamu nangis didepan aku. Ya ran?" Ujar doni sambil menghapus air mata di pipi rani.
"Habisan kamu bikin aku takut don, iya aku janji ga akan nangis didepan kamu lagiiii" Ucap rani.
"Yaudah aku pulang dulu ya" ucap doni sambil memasangkan helm di kepala nya
"Aduh pengait helm nya kok susah ya, aduh patah lagi" Ucap doni
"Yaampun kok bisa, helm kamu yang biasa kemana memang?"
"Ada dirumah sih, tadi lagi pengen pakai helm ini aja"
"Yaudah aku ambil helm aku ya kamu pakai helm punya ku aja" Ucap rani
"Eh gausah ran cuma deket ini sih, udah ah aku pergi ya" Ucap doni
"Hati2 ya don kalau udah sampe"
"don doooon"
Belum selesai rani berbicara doni langsung saja melengos pergi. Rani masuk kedalam rumah nya dan mendapati ibu rani yang sedang duduk diruang tamu sambil membaca majalah. Rani tiduran di paha ibu nya karena kebetulan sofa yang didudukin ibu nya adalah sofa panjang.
"Kok tumben sih tadi didepan lama banget? Ada apa? Kalian berantem?" Tanya ibu rani kepada rani
"Engga bu, aku juga engga tahu, tadi tiba2 doni meluk aku terus bilang mau pergi jauh" Ucap rani sambil meneteskan air mata
"Ah jangan difikirin, doni kan orang nya suka bercanda, paling2 dia cuma lagi ngerjain kamu buat bikin kamu khawatir. Udah sana mandi" Ucap ibu rani sambil menghapus air mata rani yang mengalir di pipi rani
"Iyaiya bu"
Rani pun bergegas menuju kamar mandi. Tidak lama kemudian hp rani berdering. Dering pertama tidak terangkat karena rani berada di kamar mandi. Dering kedua pun masih belum terangkat. Terdengar deringan ketiga, ibu rani risih lalu mengangkat nya
"Halo assalamualaikum, dengan siapa ini?"
"Maaf ibu mengganggu, ada rani nya? Saya orang tua dari doni ingin memberitahukan kalau doni kritis dirumah sakit karena kecelakaan. Sedari tadi dia terus saja memanggil2 nama rani. Bisa tolong rani kesini ibu?" Ucap ibu doni dari sebrang sana dengan suara isakan tangisnya
"Astagfirullah, bagaimana keadaan doni ibu? Baik saya akan memberitahu rani agar segera datang kesana. Di rumah sakit apa ibu? Bisa tolong di smskan kenomer rani" Ucap ibu rani dengan suara bergetar
"Baik ibu saya akan smskan. Terimakasih ibu saya tunggu. Assalamualaikum"
"Iya ibu, waalaikum salam" Jawab ibu rani
Tidak lama kemudian rani keluar dari kamar mandi, dan bertanya
"Siapa yang menelfon bu?" Tanya rani kepada ibunya
"Cepat berpakaian kita akan segera kerumah sakit"
Siapa yang sakit bu?" Tanya rani bingung
"Ibu bilang cepat berpakaian sayang, 5menit ibu tunggu di mobil" Ucap ibu rani sambil bergegas keluar dari kamar rani dan menuju mobil.
Tidak lama kemudian rani datang dan masuk kedalam mobil lalu bertanya
"Yang tadi telfon ibu nya doni bu? Siapa yang sakit bu? Jawab rani bu" Tanya rani kepada ibu nya dengan wajah bingung dan wajah yang bertanya2
Tetapi ibu nya tidak mengucap satu kata pun selama perjalanan kerumah sakit. Dan sesampai nya dirumah sakit, ibu rani bertanya kepada satpam
"Pak ruang ester dimana ya?"
"Oh dari sini lurus terus belok kekanan bu ruangan nya ada di sebelah kanan lorong itu"
"Oh terimakasih pak"
"Sama2 ibu"
Rani dan ibu nya pun bergegas menuju ruangan itu. Setelah membuka pintu kamar, rani kaget karena yang ia dapati adalah doni yang sedang terbaring di kasur rumah sakit itu dengan luka diseluruh tubuh nya
"Doniiiiiiiiiiiiiii" Teriak rani sambil berlari menghampiri doni
"Kamu kenapa? Don tahan. Tante kenapa doni engga diobati? Don kamu harus tahan ya, dooon" Ucap rani sambil terus menangis tidak percaya apa yang telah terjadi kepada doni
"Ran, kamu yang ikhlas ya, dokter bilang doni tidak akan terselamatkan. Seharusnya nyawa doni sudah hilang, tetapi karena dia memanggil2 nama kamu mungkin dia tidak bisa pergi tanpa melihat wajah kamu" Ucap ibu doni dengan terus meneteskan air mata
Tidak lama kemudian doni membuka matanya secara perlahan dan tersenyum kepada rani, lalu dia berkata
"Ran, jangan nangis. Kan tadi kamu udah janji ga akan nangis didepan aku. Aku pergi ya? Kamu jaga diri baik2 gaboleh nakal. Belajar nya tetep harus rajin ya sayang, aku nepatin janji aku buat jadiin kamu cinta terakhir aku kan? Hehe kita ketemu di surga ya ran. Aku sayang kamu" Ucap doni dengan terbata2
"Don bukan cinta terakhir yang kayak gini yang aku maksuuuuud? Don kamu sabar ya kamu pasti sembuh terus aku janji ga akan bikin kamu kesel lagi aku janji doooon jangan tinggalin akuuuu. Tante cepet panggil dokternya tante cepeeeeet" Ucap rani sambil terus menangis
Tidak lama kemudian doni tersenyum dan kemudian menghembuskan nafas terakhir nya dihadapan rani. Rani pingsan seketika. Dia tidak menyangka kalau hubungan nya dengan doni akan berakhir begini. Rani pingsan dengan waktu yang cukup lama, jam menunjukkan pukul 22.30 dia tersadar dan setelah dia membuka mata didapatin 2sahabat nya dea dan lala sudah berada disana. Rani berada diruang pasien, hanya ada mereka bertiga diruangan itu
"Gue dimana? Doni mana? Kok dia ga nemenin gue disini bareng kalian?" Tanya rani kepada dea dan lala
"Ran lo yang sabar ya, lo harus terima kenyataan kalo doni udah pergi ran" Ucap dea kepada rani
Rani terdiam.
"Tadi sore tuh dia masih peluk gue, tadi sore tuh kita masih belajar bareng kita masih bercanda2 bareng de, gamungkin doni pergi ninggalin gue. Gamungkin de gamungkin" Ucap rani dengan meneteskan air matanya kembali
Dea dan lala pun memeluk rani.
"Lo harus bisa ran, ada kita lo masih punya gue dan dea. Lo pasti bisa, kita bakalan terus ada disamping lo" Ucap lala sambil terus memeluk rani
Rani pun terus menangis.
"Dimana jenazah doni sekarang? Gue mau lihat dia untuk yang terakhir kali la dimana dia?" Tanya rani kepada mereka berdua
"Engga, lo disini aja ya sama kita nanti lo pingsan lagi ran gue gamau" Ucap dea dan dea pun meneteskan air mata
"Engga, gue janji gue bakalan kuat. Gue udah janji sama dia ga akan nangis didepan dia de. Gue bisa" Ucap rani
"Lo yakin?" Tanya lala
"Gue yakin la" Ucap rani dengan senyuman
Mereka bertiga berjalan ke ruang jenazah yang sudah dipenuhi oleh banyak orang, teman2 doni dan keluarga nya khususnya. Teman2 doni terus menguatkan rani dengan mengucapkan "Sabar ya ran lo pasti bisa" Rani hanya bisa membalas dengan senyuman.
Sesampai nya di depan jenazah doni, rani tersenyum.
"Aku ikhlas, kamu yang tenang disana ya don. Aku tepatin janji aku, aku ga nangis didepan kamu don. Kita ketemu disurga ya. Makasih buat 2tahun yang sangat berkesan. Aku juga sayang kamu don" Ucap rani dengan senyuman diwajah nya lalu mencium kening doni dan bergegas untuk pulang bersama ibu dan kedua sahabatnya
"Tante kita berdua nginep di rumah rani ya, boleh?" Tanya dea ke ibu rani
"Oh iya sayang boleh dong" Jawab ibu rani
"Ran gue nginep ya, besok kita kerumah doni bareng2. Lo mau ikut kepemakaman nya atau engga? Tanya dea kepada rani
Tetapi rani hanya terdiam. Dan setelah itu hanya keheningan di dalam mobil itu.
Sesampainya di rumah, rani langsung menuju kamar nya tanpa berbicara sepatah katapun. Dia langsung mengumpulkan semua hadiah dan kenangan2 nya dengan doni. Dia mengambil kotak dan memasukan semuanya kedalam kotak sambil terus menangis.
"Don aku boleh nangis kan? Aku lagi engga didepan kamu. Jadi boleh kan aku nangis?" Ucap rani dan terus menangis
Dan kedua sahabat nya kembali memeluknya dengan erat dan ikut menangis semalaman.
Keesokan harinya mereka bergegas menghadiri pemakaman doni. Sesampai nya dirumah doni rani langsung dipeluk oleh ibu doni.
"Yang sabar ya sayang, kita semua kehilangan doni. Ikhlas ya biar doni tenang disana" Ucap ibu doni kepada rani
"Iya tante aku udah ikhlasin doni kok" Jawab rani dengan senyuman di bibir nya
"Terimakasih ya sayang" Ucap ibu doni dengan mencium kening rani
Rani ikut membacakan surah yasin untuk doni. Tak lama kemudian pemakaman akan segera dilakukan. Jenazah doni digotong memasuki ambulance untuk dibawa ke TPU yang dekat dengan rumah doni. Rani mengikutinya menggunakan mobil yang dikemudikan oleh ibu nya dan terdapat 2sahabat nya yang terus berada disamping rani. Rani mengikuti pemakaman dengan tenang sampai selesai dan kembali pulang kerumah. Sebelum mereka kerumah, ibu rani mengantarkan dea dan lala pulang kerumah nya masing2. Setelah itu baru mereka menuju rumah nya.
Sesampainya dirumah didapati ayah nya baru pulang dari luar kota dan ayah nya langsung memeluk rani dan rani pun kembali menangis.
"Sabar sayang, kamu pasti bisa. Anak ayah gaboleh cengeng" Ucap ayah rani
Kemudian ayah rani mencium kening anaknya itu dan rani pun masuk kedalam kamar.
Keesokan nya ia kembali bersekolah seperti biasa meskipun seminggu masih sering menangis disekolah teringat sosok doni. Tetapi dia tetap berkonsentrasi untuk pelajaran nya. 5bulan berakhir, dia telah sukses mengikuti ujian nasional. Dan tiba saatnya hari kelulusan, dan Alhamdulillah rani lulus dengan nilai terbaik. Rani berlari kelapangan sekolah sambil memegang balon yang didalam nya sudah ia taruh surat untuk doni. Sesampai nya di lapangan, dia langsung menerbangkan balon nya dan isi surat nya adalah,
"Don apa kabar? Aku disini baik2 aja, pasti kamu juga bisa ngeliat aku disini kan hehe don hari ini aku lulus dengan nilai terbaik. Makasih untuk semuanya, makasih untuk nasihat yang kamu kasih ke aku sebelum kamu pergi, "jangan nakal, belajar nya yang rajin ya sayang" aku terus inget itu sampai akhirnya aku dapet nilai terbaik disekolah ini. Don maafin aku ya, aku masih belum bisa lupain kamu. Aku masih belum bisa buka hati untuk siapapun. Kenangan kita terlalu banyak don, susah untuk dilupain gitu aja. Oiya dulu kan kamu yang sering ngasih aku bunga tiap hari, sekarang gantian aku yang ngasih kamu bunga, tapi ga tiap hari ya don nanti aku bangkrut hehehe aku kasih nya seminggu sekali yaaa aku janji:) Yang tenang disana ya don, kita ketemu disurga nanti ya. Aku sayang kamu" Itu isi surat yang di masukan rani ke dalam balon yang diterbangkan nya tadi. Rani terus memandangi balon ini sampai akhirnya dea menyadarkan rani dari lamunan nya. "Ran ayo gabung, sini baju lo gue tanda tanganin ya"

-Tamat-

Rumit🔫

Rumit memang jika harus dijelaskan secara rinci sifat kalian satu per-satu
Masuk ke dalam bagian hidup ku begitu saja
Tanpa permisi dan sebentar lagi akan pergi begitu saja tanpa pula berpermisi
Rumit memang jika harus mementingkan ego untuk tetap bersama kalian
Rumit memang jika harus mengungkapkan perasaan ku saat ini yang sedang memikirkan sebuah pertanyaan yang entah siapa yang akan bisa menjawab pertanyaan ku ini "apakah ditempat ku menuntut ilmu nanti/berkerja nanti, aku bisa menemukan teman seperti kalian? Apakah aku bisa menyesuaikan diri ditempat baru ku nanti?"
Mungkin hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaanku itu
Kita akan mengakhiri masa putih abu-abu yang sangat menyenangkan ini
Dimana segala perasaan tercampur didalam nya
Berbagai pelajaran hidup kita temukan disitu
Kita temukan bermacam-macam motivasi hidup yang menginspirasi kita dalam menjalani hidup
Kita merasakan bagaimana susah senang nya menjadi anak sma yang nakal
Kita bertemu dengan berbagai macam sifat yang sulit untuk dibayangkan
Kita bisa merasakan bagaimana rasanya tertawa lepas saat sedang berada disekolah,
Tanpa harus memikirkan sedikitpun masalah
Sedangkan dirumah kita tidak ada henti-henti nya memikirkan segala masalah sekecil apapun itu
Hidup adalah pilihan,
Kita harus memilih jalan hidup kita masing2
Kita mempunyai kedua orang tua yang akan merasa bangga jika nanti kita akan berhasil
Kita akan merasa bangga jika kita bisa berhasil karena kemampuan kita sendiri
Tetapi selalu ada pengorbanan dalam hidup untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan bukan?
Kita harus mengorbankan masa putih abu-abu ini untuk menggapai cita-cita yang selama ini kita impikan
Kita akan naik tingkat ke level berikutnya, level yang belum bisa kita bayangkan bagaimana bentuknya
Bagaimana keadaan nya
Dan bagaimana sifat-sifatnya
Kita akan bertemu dengan sifat-sifat baru
Disana kita memulainya dengan manis lagi
Seperti awal kita bertemu teman baru kita di SMA ini
Semoga kita semua berhasil
Dan kita semua menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
Terimakasih atas 3tahun yang sangat berkesan ini😊😂😢

Just drop by

Perasaan apa ini tuhan?
Apa aku jatuh cinta kepadanya?
Kenapa harus dia?
Pertanyaan demi pertanyaan mendatangi fikiran ku
Aku selalu tersenyum saat dia membalas pesan singkat ku
Cukup lama memang, hampir 13tahun kita tidak bertatap muka
Hari itu, ya aku terus mengingatnya
Hari itu, kita bertatap muka kembali
Banyak sekali perbedaan
Meskipun hanya 5menit tapi itu sangat membuat ku bahagia
Aku terus melengkungkan senyum sepanjang hari
Kita menjalani nya
Kau begitu manis
Kata-kata yang kau lontarkan membuat ku semakin yakin kalau kau juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku
Kita semakin dekat
Aku semakin hanyut dalam dekapan mu
Tetapi lambat laun kau berubah
Kau semakin jauh
Entah apa salah ku
Entah apa yang aku lakukan hingga kau menjauhi ku
Kau sudah tidak membalas cepat pesan singkat ku
Tetapi aku terus saja selalu memandangi ponsel ku
Meskipun tidak ada dering yang menunjukan kau membalas nya
Aku harap aku sedang bermimpi dan saat ku terbangun, ponsel ku sudah dipenuhi oleh pesan singkat dari mu
Aku terus saja menampar-nampar pipi ku
"ini hanya mimpi, dia masih manis seperti saat kita memulai nya. Aku yakin ini hanya mimpi" aku terus berbicara dengan hatiku
Tetapi sayang nya ini bukan lah mimpi
Ini kenyataan yang harus dihadapi
Aku kecewa
Harus nya aku sudah tahu kalau kau hanya berkunjung
Harusnya aku sudah tahu kalau kau hanya mampir
Mampir kekehidupan ku
Lalu pergi begitu saja meninggalkan luka
Jika aku tahu akan seperti ini
Aku tidak akan pernah mengizinkan mu masuk ke kehidupan ku
Ternyata benar aku sedang bermimpi
Aku sedang bermimpi untuk bisa memilikimu
Berlebihan menurut mu?
Salah jika aku berharap lebih jika orang yang aku sukai tiba-tiba masuk kekehidupan ku?
Aku sudah lama memperhatikan mu
Seharusnya aku sudah tahu
Kalau kau hanya sedang mempermain kan ku.

Kamis, 30 Juli 2015

Falling In Love

Matahari sangat terik hari itu
"iya aku ingat janji ku semalam mar" ucap ku melalui telfon genggam milikku
Seketika jantung ku berdegup sangat kencang
Aku melangkah menuju taman sekolah
Masih di iringi dengan degupan kencang setiap langkahnya
Aku melihat wajahnya yang terus melengkungkan senyum
Aku semakin mendekat
Dan seketika dia berlutut di hadapanku
Aku terkejut melihat tingkahnya
Tak lama kemudian dia pun mengulurkan tangan nya yang berisikan 3 tangkai bunga mawar
Aku rasa muka ku memerah melihat tingkah lakunya yang seromantis itu
Aku tetap diam dengan waktu yang cukup lama
Tetapi aku tidak bisa menolaknya karena perasaan yang sama yang aku rasakan kepadanya
Setelah berfikir, aku pun mengambil 3 tangkai bunga mawar itu
Lalu pergi sambil terus melengkungkan senyum
Kenangan manis itu tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun
Aku menyayanginya
Dan kuharap setelah 2setengah tahun kemudian dia pun masih menyayangiku seperti dulu😊😍😝

Like I'm Gonna Lose You

I found myself dreaming of
Silver and gold
Like a scene from a movie
That every broken heart knows

We were walking on moonlight
And you held me close
Split second and you disappeared
And then I was all alone

I woke up in tears
With you by my side
A breath of relief
And I realized
No, we're not promised tomorrow

So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
And I'm gonna hold you like I'm saying goodbye
Wherever we're standing
I won't take you for granted
'Cause we'll never know when, when we'll run out of time

So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
So I'm gonna love you like I'm gonna lose you

In the blink of an eye
Just a whisper of smoke
You could lose everything
The truth is you never know

So I'll kiss you longer baby
Any chance that I get
And I'll make the most of the minutes
And love with no regrets

So let's take the time to say what we want
Here's what we got before it's all gone
No, we're not promised tomorrow

So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
And I'm gonna hold you like I'm saying goodbye
Wherever we're standing
I won't take you for granted
'Cause we'll never know when, when we'll run out of time

So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
So I'm gonna love you like I'm gonna lose you

So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
And I'm gonna hold you like I'm saying goodbye
Wherever we're standing
I won't take you for granted
'Cause we'll never know when, when we'll run out of time

So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
I'm gonna love you like I'm gonna lose you

Yeah, yeah
Like I'm gonna lose you